69 Meninggal, 7 Orang Hilang pada Bencana di Sulawesi Selatan

69 Meninggal, 7 Orang Hilang pada Bencana di Sulawesi Selatan


69 Meninggal, 7 Orang Hilang pada Bencana di Sulawesi Selatan

Posted: 28 Jan 2019 12:55 PM PST

69 Meninggal, 7 Orang Hilang pada Bencana di Sulawesi SelatanMAKASSAR, LELEMUKU.COM - Penanganan darurat bencana banjir, longsor dan puting beliung yang melanda wilayah Sulawesi Selatan pada Selasa (22/1) lalu masih terus dilakukan hingga saat ini.

Meskipun banjir sudah surut ribuan warga masih berada di pengungsian karena kondisi rumah rusak dan rumah dan lingkungan penuh lumpur. Beberapa warga merasa lebih aman di pengungsian karena trauma dengan banjir dan longsor.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengemukakan, hingga Senin (28/1), tercatat 188 desa terdampak bencana di 78 kecamatan yang tersebar di 13 kabupaten/kota yaitu Jeneponto, Maros, Gowa, Kota Makassar, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap , Bantaeng, Takalar, Selayar, dan Sinjai.

"Dampak bencana tercatat 69 orang meninggal, 7 orang hilang, 48 orang luka-luka, dan 9.429 orang mengungsi. Kerusakan fisik meliputi 559 unit rumah rusak (459 rusak berat, 37 rusak sedang, 25 rusak ringan dan 5 tertimbun), 22.156 rumah terendam, 15,8 kilometer jalan terdampak, 13.808 hektare sawah terdampak serta 34 jembatan, dua pasar, 12 fasilitas peribadatan, delapan fasilitas pemerintah, dan 65 sekolah rusak," kata Sutopo dalam siaran persnya kemarin.

Berdasarkan data yang direkap oleh BNPB, daerah yang paling parah mengalami dampak banjir dan longsor adalah Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Jeneponto, Marros dan Wajo.

Adapun rincian dari dampak bencana di 13 kabupaten/kota diantaranga; Gowa tercatat 45 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, 46 orang luka-luka, 2.121 orang mengungsi, 10 rumah rusak dimana 5 rusak berat dan 5 tertimbun, 604 rumah terendam, dan 1 jembatan rusak.

Kota Makassar tercatat 1 orang meninggal, 2.942 orang terdampak, 1.000 orang mengungsi, 477 rumah terendam; Soppeng tercatat 1.672 ha sawah terendam; Janeponto tercatat 14 orang meninggal, 3 orang hilang, 3.276 orang mengungsi, 470 rumah rusak (438 unit rumah rusak berat, 32 hanyut), 15 jembatan, 1.304 ha sawah terendam, dan 41 sekolah rusak.

Barru  meliputi 2 unit pasar, 1 fasilitas pendidikan, 1 fasilitas pemerintahan; Wajo tercatat 2.705 orang terdampak, 2.421 rumah terendam, 16,2 km jalan, 2.025 Ha sawah terendam, 9 jembatan rusak, 10 fasilitas peribadatan, 21 fasilitas pendidikan, 5 fasilitas pemerintah mengalami kerusakan; Maros tercatat 4 orang meninggal, 1200 orang terdampak, 251 orang mengungsi, 552 unit rumah terendam, 8.295 ha sawah, 1 fasilitas peribadatan rusak.

Bantaeng tercatat 1 unit rumah rusak sedang; Sindrap : 1 unit rumah rusak sedang; Pangkep tercatat 1 orang hilan, 28 rumah rusak, 1 fasilitas peribadatan, 1 fasilitas pendidikan rusak; Takalar  tercatat 2 orang meninggal, 1129 rumah terendam; Selayar tercatat: 2 orang meninggal, 109 mengungsi, 53 rumah rusak yairu 15 rusak berat, 28 rusak sedang, 9 rusak ringan dan 1 rumah hanyut, 2 fasilitas pemerintahan, 1 jembatan, 1 fasilitas pendidikan; Sinjai tercatat 2 rumah rusak akibat puting beliung.

Ditinjau Wapres

Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Kepala BNPB Doni Monardo telah meninjau ke beberapa lokasi bencana dan Bendungan Bili-Bili untuk mendapatkan penjelasan kondisi bendungan. Beberapa arahan Wakil Presiden dan Kepala BNPB diberikan kepada Pemda untuk percepatan penanganan darurat dan pascabencana.

Menurut Sutopo, pencarian 7 orang hilang masih dilakukan tim SAR gabungan. Selain itu, BNPB terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat.

"Penanganan darurat masih dilakukan di Desa Sapaya, Desa Bontomanai, Desa Mangempang, dan Desa Buakang di Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa yang mengalami banjir dan long sor dengan jumlah korban 29 orang meninggal," ungkap Sutopo seraya menambahkanTim SAR gabungan masih melakukan evakuasi dan pencarian korban hilang.

Ditambahka Sutopo, prioritas penanganan saat ini adalah membersihkan lumpur dan material yang menutup jalan, lingkungan dan rumah.

"Material lumpur yang ada di dalam rumah tebalnya ada yang 50 centimeter dan kondisinya mulai mengeras sehingga sulit dibersihkan. Alat berat dikerahkan membersihkan material lumpur," kata Sutopo.

Adapun kebutuhan mendesak yang diperlukan adalah permakanan, selimut, matras, pelayanan medis, MCK dan sanitasi, relawan untuk membersihkan lumpur, peralatan rumah tangga untuk membersihkan lumpur, trauma healing, dan lainnya. (HumasBNPB/Setkab)

Jusuf Kalla Pastikan Badan Otorita Integrasi Sistem Transportasi Jabodetabek

Posted: 28 Jan 2019 12:53 PM PST

Jusuf Kalla Pastikan Badan Otorita Integrasi Sistem Transportasi JabodetabekJAKARTA, LELEMUKU.COM - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memimpin rapat Integrasi Sistem Transportasi antarmoda se-Jabodetabek (Jakarta, Bodor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (28/1) pagi.

Sebelum memimpin rapat tersebut,  dengan didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wapres Jusuf Kalla melakukan peninjauan titik kemacetan lalulintas se-Jadobetabek dari udara.

Menurut Wapres, dalam rapat yang membicarakan penyelesaian sistem transportasi Jabodetabek itu, bukan hanya transportasinya yang harus diselesaikan, tapi rencana kota  seperti pemukiman, dimana daerah yang arus dikembangkan, dan juga hubungannya dengan kota-kota lain supaya terkonsentrasilah.

"Jadi karena begitu banyak moda transportasi ada Kereta Api, ada komuter, ada LRT, ada MRT ada Bus, ada Busway bagaimana mensinkronkan itu dalam satu operasional," kata Wapres.

Namun Wapres mengingatkan, bahwa saat ini MRT masih dalam proses, kemudian LRT juga dalam proses, tapi harus segera diselesaikan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) nya dulu masing masing daerah, sehingga ada sinkronnya, bisa satu jadinya.

"Nanti, ada otorita, nanti masing masing gubernur ada di situ, otorita untuk menyelesaikan itu. Sekarang sudah ada otoritanya juga, tapi harus kita tingkatkan kemampuannya," jelas Wapres.

Untuk mengintegrasikan sistem transportasi Jabodetabek itu, menurut Wapres, anggaran keseluruhannya mencapai Rp600 triliun, yang bisa dilaksanakan dalam bentuk APBN, bisa dalam bentuk APBD, bisa dalam bentuk investasi swasta. Dana tersebut, sambung Wapres, untuk masa investasi selama 10 tahun

Transportasi Umum

Badan Otoritas tersebut, menurut Wapres Jusuf Kalla, akan melaksanakan koordinasi bagaimana moda-moda nyambungnya antara Jakarta dengan Bekasi, dengan Tangerang. Bagaimana Jakarta ini orang mendorong menjadi memakai kendaraan umum kalau dulu 49% sekarang 19%.

"Kalau dulu orang-orang masih bergelantungan di bus-bus yang tua itu kan karena 49%. Karena sekarang semua baru turun karena begitu banyaknya mobil pribadi dan jalan-jalan makin baik, jalan makin baik, jembatan makin baik, mobil pribadi makin murah maka orang akan cenderung memakai mobil pribadi. Sekarang kita mesti balik kembali lebih banyak memakai kendaraan umum tapi harus dengan kualitas yang lebih baik," ujar Wapres.

Untuk mendorong masyarakat naik kendaraan umum tersebut itu, pemerintah akan mendorong insentif dengan cara parkir dimahalkan, atau diterapkan sistem jalan berbayar atau Earning Road Price (ERP).

Tampak hadir dalam rapat tersebut antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Seskab Pramono Anung, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menhub Budi K. Sumadi, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Setkab)

Inilah Besaran Tunjangan Jabatan Untuk Fungsional Analis APBN

Posted: 28 Jan 2019 12:40 PM PST

Inilah Besaran Tunjangan Jabatan Untuk Fungsional Analis APBNJAKARTA, LELEMUKU.COM - Dengan pertimbangan untuk peningkatan mutu, prestasi, pengabdian, dan produktivitas kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diangkat dan ditugaskan secara penuh dalam Jabatan Fungsional Analis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah memandang perlu diberikan tunjangan jabatan yang sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawab pekerjaannya.

Atas pertimbangan tersebut, pada 18 Januari 2019, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2 Tahun 2019 tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Analis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

"Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dan ditugaskan secara penuh dalam Jabatan Fungsional Analis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara diberikan Tunjangan Analis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara setiap bulan," bunyi Pasal 2 Perpres ini.

Adapun besaran Tunjangan Analis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara  sebagaimana dimaksud tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Perpres ini, yaitu:

Analis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Ahli Utama mendapatkan tunjangan Rp1.522.000,00; Analis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Ahli Madya mendapatkan tunjangan Rp1.290.000,00;

Selanjutnya untuk Analis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Ahli Muda mendapat tunjangan Rp1.003.000,00; Analis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Ahli Pertama mendapat tunjangan sebesar Rp540.000,00

Pemberian Tunjangan Analis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, menurut Perpres ini, dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Ditegaskan dalam Perpres ini, pemberian Tunjangan Analis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dihentikan apabila pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud diangkat dalam jabatan struktural, jabatan fungsional lain, atau karena hal lain yang mengakibatkan pemberian tunjangan dihentikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan," bunyi Pasal 7 Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2019, yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H, Laoly pada 22 Januari 2019 itu. (Pusdatin/Setkab)

Piala Presiden Esports 2019 Ajang Kompetisi Gamers di Indonesia

Posted: 28 Jan 2019 12:37 PM PST

Piala Presiden Esports 2019 Ajang Kompetisi Gamers di Indonesia
JAKARTA, LELEMUKU.COM - Pemerintah menantang para gamers mengikuti pertandingan electronic sports (Esports). Ajang kompetisi para gamers terbesar di Indonesia digelar dari Januari hingga puncaknya Maret mendatang dengan memperebutkan trophi Piala Presiden Esports.

"Piala Presiden Esports 2019 merupakan wujud nyata keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengembangkan nilai sportivitas, nilai kebangsaan, manfaat ekonomi, dan pembinaan talenta Indonesia," kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko pada konferensi pers, di Gedung III Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (28/1) siang.

Menurut Moeldoko, Presiden Jokowi melihat banyak putra dan putri Indonesia yang memiliki minat dan talenta terhadap olah raga elektronik. Minat dan talenta ini harus diberikan ekosistem yang menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, dedikasi tinggi, saling menghormati, dan kerja bersama.

Ekosistem ini dapat terwujud apabila ada perhatian dari pemerintah dalam bentuk dukungan pembangunan manusia, dukungan ekonomi, dan dukungan infrastruktur.

"Nilai sportivitas Esports ternyata bisa menjadi salah satu cara untuk mengajarkan generasi muda untuk tetap menghormati orang lain dan generasi lain. Kembangkan value yang ada di Esports, seperti disiplin, kerj asama, dan kolaborasi," ujar Moeldoko.

Melalui Piala Presiden Esports 2019, lanjut Moeldoko,Presiden Jokowi ingin industri Esports Indonesia semakin berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional. "Ini juga untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020," ungkapnya.

Peluncuran gelaran Piala Presiden Esports 2019 juga dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpor) Imam Nahrowi, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf dan Presiden Indonesia Esports Premier League (IESPL) sekaligus Ketua Penyelenggara Piala Presiden Esports 2019 Giring Ganesha. Hadir pula Duta Piala Presiden Esports 2019 Justin 'Jess No Limit', youtubers yang juga Juara Dunia Mobile Legend Season 6.

Penyisihan di Delapan Daerah

Piala Presiden Esports 2019 digelar di delapan daerah mempertandingkan game Mobile Legends. Game ini dipilih karena menjadi salah satu primadona permainan para gamer saat ini.

Turnamen regional akan digelar di delapan daerah, yaitu di Palembang Sport Convention Center dan Bali Galeria Shopping Center 9-10 Februari 2019, Surabaya Town Square dan Trans Studio Mall Makassar, 16-17 Februari 2019, The Park Mall Solo dan Manado Town Square, 23-24 Februari 2019, Aston Pontianak dan Sumarecon Mall Bekasi 2-3 Maret 2019.

Babak kualifikasi diikuti 512 pemain dari masing-masing regional. Selanjutnya, tim terbaik dari delapan kota itu akan mengikuti bootcamp dengan pelatih dan manajer ahli IESPL. Setelah itu, mereka yang lolos akan bersaing di babak Grand Final Piala Presiden 2019 di Istora Senayan, Jakarta pada akhir Maret 2019 yang akan dihadiri Presiden Jokowi.

Presiden IESPL Giring Ganesha mengungkapkan, Presiden Jokowi secara langsung menginspirasi kompetisi ini dan menginginkan kemajuan ekosistem Esports.

"Presiden menegaskan agar anak muda Indonesia memanfaatkan Esports untuk berkarya dan berprestasi," kata Giring.

Giring memaparkan, saat ini ada 50 juta pemain video game di seluruh Indonesia. "Perkembangan pesat ini tak lepas dari stabilnya jaringan internet di Indonesia dan meluasnya transaksi secara daring sebagai bukti pertumbuhan ekonomi digital kita," pungkasnya. (KSP/Setkab).

Tornado Hantam Ibu Kota Kuba, Havana

Posted: 28 Jan 2019 12:22 PM PST

Tornado Hantam Ibu Kota Kuba, HavanaHAVANA, LELEMUKU.COM - Tornado menghantam ibu kota Kuba, Minggu malam (27/1), menewaskan tiga orang dan melukai 172 lainnya.

Presiden Miguel Diaz-Canel mengunjungi wilayah-wilayah yang terkena dampak bencana itu di Havana Senin pagi.

Dia mengunggah cuitan di Twitter bahwa "kerusakannya parah."

Penduduk Havana mengatakan, tornado itu terdengar seperti suara "mesin jet" ketika menghantam lingkungan-lingkungan di ibu kota itu. (VOA)

Kementerian Agama Minta Imam Masjid Syiarkan Moderasi Beragama

Posted: 28 Jan 2019 12:22 PM PST

Kementerian Agama Minta Imam Masjid Syiarkan Moderasi BeragamaJAKARTA, LELEMUKU.COM - Kementerian Agama meminta imam masjid se-Indonesia turut serta mensyiarkan moderasi beragama untuk kebersamaan umat.

"Imam masjid yang sekaligus adalah mubaligh perlu terus menyiarkan paham moderasi beragama untuk kebersamaan umat," kata Direktur Jenderal Bimbingan Islam Kementerian Agama (Kemenag)  Muhamadiyah Amin, saat menutup muktamar perdana Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) seluruh Indonesia, di Jakarta Islamic Center (JIC), Jakarta pada Minggu (27/1).

Dirjen yang hadir mewakili Menteri Agama (Menag) itu juga mengingatkan pentingnya para imam masjid untuk memahami karakteristik jemaah dengan berbagai keragamannya. Dengan mengenal karakteristik jemaah, diharapkan imam masjid mampu menyampaikan syiar dengan cara yang tepat.

"Pada hakikatnya, melalui mimbar masjid, seluruh umat Islam diingatkan agar bersatu dalam akidah dan ibadah. Toleran dalam masalah-masalah furu'iyyah, serta mengedepankan prinsip saling melindungi dalam menjalankan muamalah dan ukhuwah," urai Muhamadiyah Amin.

Keberadaan masjid di tengah umat, lanjut Dirjen, jangan hanya dilihat semata-mata sebagai wujud bangunan fisik saja. Namun hendaknya masjid dipandang sebagai lembaga umat yang multi-fungsi.

"Fungsi masjid selalu terkait dengan kualitas umat. Baik dari aspek moral, spiritual, maupun kualitas kehidupan duniawi," ujar Muhammadiyah Amin.

Menurut Dirjen, masjid memiliki peran yang sangat penting dalam membangun umat menjadi masyarakat yang bertakwa, sejahtera dan bermartabat.

Untuk itu, Dirjen Bimbingan Islam Kemenag itu mengingatkan agar kegiatan-kegiatan dakwah dan pembinaan keagamaan di masjid perlu memperhatikan kebutuhan umat, termasuk kebutuhan kalangan generasi millenial.

"Sebetulnya generasi milennial memiliki keingintahuan dan minat mendalami agama. Namun mereka memerlukan pendekatan yang mungkin berbeda dengan pendekatan dakwah secara konvensional," jelas mantan Rektor IAIN Gorontalo itu.

Terakhir, Dirjen mengajak kepada para imam masjid untuk terus mengawal fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat yang menebarkan pesan-pesan Islam yang moderat.

"Masjid harus menjadi rumah perubahan bagi umat Islam menuju kualitas kehidupan ruhani, moral dan kehidupan sosial yang lebih baik. Mari terus kita jaga persatuan umat, persatuan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama ini!" pungkas Dirjen.

Muktamar yang dibuka oleh Wapres Jusuf Kalla tersebut berlangsung selama tiga hari, sejak 25 – 27 Januari 2019.  Pada kesempatan tersebut, Dirjen yang hadir mewakili Menag juga mengingatkan pentingnya para imam masjid untuk memahami karakteristik jemaah dengan berbagai keragamannya. (Setkab)

Kemenangan Persidago Gorontalo Kejutkan Persipura Jayapura

Posted: 28 Jan 2019 12:22 PM PST

 Persidago Gorontalo Kejutkan Persipura JayapuraGORONTALO, LELEMUKU.COM - Bermain menghadapi tim beda kasta tidak membuat Persidago Gorontalo kecil hati, mereka justru mampu membuat kejutan. Tim ini sukses mencuri kemenangan atas tamunya Persipura Jayapura dengan skor tipis 1-0. Laga ini digelar di Stadion 23 Januari Telaga, Kabupaten Gorontalo, Senin (28/1). Satu-satunya gol di pertandingan itu berasal dari Ismunandar Monoarfa menit ke-63.

Pelatih kepala Persidago Gorontalo, Romi Malanua bersyukur dengan kemenangan timnya. "Kemenangan yang patut disyukuri dan layak kami terima hari ini. Kami bermain tanpa beban. Pemain bekerja keras menahan gempuran tim lawan. Gol dari Ismunandar sangat bagus, dan itu cukup untuk memenangkan kami. Tim coba mencari gol lain, tapi sepertinya mereka bisa mengantisipasi serangan kami," katanya.

Dirinya menambahkan, bahwa hasil ini merupakan modal penting untuk memotivasi tim pada laga kedua. "Kami harus segera melupakan hasil ini dan konsentrasi ke laga berikutnya," ujarnya.

Tim tamu memang mendominasi jalannya pertandingan, mereka tidak mau menganggap remeh lawan. 10 menit berjalan, tim Mutiara Hitam terus menggempur pertahanan tuan rumah. Persidago yang terus ditekan bermain rapat dan sangat disiplin dalam menjaga pertahanan mereka. Para pemain Persidago bermain sangat baik, mereka sukses membuat pemain Persipura frustasi dan kesulitan untuk bisa mencetak gol. Babak pertama pun ditutup dengan hasil imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, Persipura masih mendominasi jalannya pertandingan, mereka justru menaikkan intensitas serangan guna mencari gol kemenangan. Namun justru gol malah lahir dari tuan rumah Persidago. Hadiah tendangan bebas dimanfaatkan oleh Ismunandar Monoarfa.

Mendominasi dan memiliki banyak peluang tak membuat Persipura bisa memenangkan pertandingan. Disiplin dan ketatnya pertahanan Persidago tak membuat tim ini bisa memenangkan pertandingan di pertemuan pertamanya.

"Bukan hasil yang kami cari dan sesuai dengan target kami. Peluang dan mendominasi permainan di sepanjang pertandingan tak membuat kami bisa menang, kami kurang beruntung. Semua itu tidak bisa kami konversikan menjadi gol. Saya tak ubah gaya main tim ini. Saya tetap respek untuk usaha dan kerja keras pemain," ucap Luciano Leandro.

"Saya juga angkat topi untuk Persidago, karena bisa curi kemenangan dari kami. Satu yang pasti, kami akan evaluasi permainan kami hari ini, agar bisa menang di laga kedua nanti," sambungnya. (PSSI)

Wartawan Indonesia Tuntut Jokowi Batalkan Remisi Pembunuh Jurnalis

Posted: 28 Jan 2019 12:14 PM PST

Wartawan Tuntut Jokowi Batalkan Remisi Pembunuh Jurnalis
JAKARTA, LELEMUKU.COM - I Nyoman Susrama, terpidana kasus pembunuhan berencana terhadap jurnalis Radar Bali, Anak Agung Gde Bagus Narendra Prabangsa, memperoleh remisi dari Presiden Joko Widodo, yang ditandatangani pada 7 Desember 2018.

Mantan calon anggota legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini tadinya divonis seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Denpasar pada 15 Februari 2010. Namun remisi yang diberikan pada akhir tahun lalu membuat hukuman Susrama berkurang menjadi 20 tahun penjara.

Keputusan itu menimbulkan kemarahan komunitas jurnalis dan masyarakat sipil. Puluhan wartawan dan aktivis hak asasi manusia pada hari Jumat (25/1) berunjuk rasa di seberang Istana Negara, Jakarta Pusat; menuntut Presiden Jokowi membatalkan pemberian remisi terhadap Susrama.

Para demonstran berasal dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, AJI Jakarta, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), LBH Jakarta, LBH Pers, dan Forum Pers Mahasiswa Jakarta (FPMJ). Mereka meneriakkan slogan, "Cabut, cabut, cabut remisi. Cabut remisi sekarang juga.

Mereka juga membawa beragam spanduk, antara lain bertulisan "Pak Presiden...Cabut Remisi Pembunuh Jurnalis!!! dan "Why Indonesian Jurnalist Killer Receives Remission."

Jadi Preseden Bagus Penegakan Hukum

Ketua AJI Indonesia Abdul Manan menjelaskan ada banyak kasus pembunuhan wartawan di Indonesia, namun sebagian besar pelaku utama atau dalangnya tidak diadili. Menurutnya kasus pembunuhan Prabangsa menjadi preseden bagus karena otak kejahatan itu, Susrama, diadili dan akhirnya divonis penjara seumur hidup, lebih ringan ketimbang hukuman mati yang dituntut oleh jaksa.

Abdul Manan menilai hukuman seumur hidup bagi Susrama merupakan hukuman yang pantas diterima oleh dalang pembunuhan berencana tersebut. Oleh karena itu sangat disesalkan hukuman Susrama menjadi lebih ringan setelah mendapat remisi, yakni hanya 20 tahun saja.

"Ini menjadi seperti melukai perasaan komunitas pers karena orang yang melakukan pembunuhan secara keji terhadap wartawan, kok mendapatkan pengurangan hukuman. Bagi AJI, ini jadi perhatian yang sangat besar karena kita kasus kekerasan terhadap wartawan itu kecenderungannya tiap tahun tidak turun drastik," ujar Abdul Manan.

Manan menambahkan berdasarkan catatan AJI, dalam satu dasawarsa terakhir kasus kekerasan atas wartawan setiap tahun rata-rata di atas 50 perkara. Sepanjang tahun ini terjadi 71 kasus kekerasan terhadap jurnalis, 64 kasus pada 2017, 60 kasus pada 2016, dan 80 kasus pada 2015.

Artinya, lanjut Manan, masih tingginya angka kekerasan menimpa jurnalis karena masih ada budaya impunitas terhadap pelaku, yakni pelaku kekerasan tidak dihukum. Sehingga orang tidak memiliki efek jera. manan mendesak pelaku kekerasan terhadap wartawan dihukum seberat-beratnya.

Dengan tidak adanya pelaku yang tidak diusut, diusut tapi tidak dihukum, atau dihukum berat namun mendapat remisi, menurut Manan, ini merupakan sinyal buruk bagi komunitas pers di Indonesia. Dia menganggap hal-hal tersebut seperti sebuah pesan untuk mempersilakan orang untuk berbuat semaunya kepada wartawan.

Manan menegaskan kalau Presiden Jokowi ingin menunjukkan dukungannya kepada kebebasan dan kemerdekaan pers salah satunya adalah tidak membuat kebijakan yang membuat para pelaku kekerasan seperti mendapat angin. Ketua AJI Indonesia itu menilai pemerintah kurang berkomitmen terhadap kebebasan pers di Indonesia.

Lebih jauh ia mencontohkan revisi Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik/2016 tidak membuat perubahan terhadap pasal-pasal yang dikritik oleh kalangan pers.

"Tetap memasukkan pasal pencemaran nama baik, dan malah menambahkan pasal baru yang membuat pemerintah mempunyai kewenangan tambahan melakukan pemblokiran (media) tanpa melalui proses hukum," imbuh Manan.

Selain itu, tambahnya, dalam revisi KUHP, pasal-pasal yang dianggap mengancam kebebasan pers dipertahankan. Bahkan malah menambah pasal baru yang mengancam kebebasan pers. Dia mencontohkan pasal mengenai kabar bohong, pencemaran nama baik, rahasia negara.

LBH Pers Siap Gugat Presiden Jokowi

Direktur LBH Pers Ade Wahyudin mengungkapkan pihaknya sedang mengumpulkan bahan dan informasi dibutuhkan untuk menggugat keputusan Presiden Jokowi yang memberikan remisi terhadap Susrama ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Dia menambahkan pemberian remisi bagi Susrama itu diusulkan oleh kepala Rutan Kelas IIB Bangli. Namun Ade mengklaim kepala rutan sudah mencabut surat kelakuan baik atas nama Susrama yang menjadi dasar pemberian remisi. Pemberian remisi terhadap Susrama ini menjadi bukti buruknya komitmen Jokowi terhadap kemerdekaan pers.

"Kalau khusus terkait kebebasan pers, kita lihat bahwa dari pemerintah sendiri, Jokowi sendiri, belum ada itikad yang serius khususnya penuntasan-penuntasan kasus pembunuhan terhadap jurnalis atau pun kekerasan terhadap jurnalis," ujar Ade.

Pembunuhan Wartawan Meningkat

Dalam orasinya, Ratna Rianti dari IFJ (Forum Jurnalis Internasional) menyebut Indonesia termasuk dalam negara yang tidak menjamin keselamatan wartawan. Dia menyesalkan tiap tahun angka pembunuhan terhadap jurnalis terus meningkat.

Data IFJ menunjukkan tahun lalu ada 94 wartawan yang dibunuh, atau naik dari 82 orang pada 2017. Ratna menekankan hal ini terjadi karena ada sikap kompromi terhadap impunitas, seperti ditunjukkan pula oleh Presiden Jokowi yang memberikan remisi kepada pembunuh Prabangsa.

Ratna mengatakan masih ada delapan kasus pembunuhan jurnalis di Indonesia yang pelakunya tidak pernah diadili. Dia menegaskan IFJ mendukung sikap AJI untuk menuntut Presiden Jokowi segera mencabut remisi telah diberikan kepada Susrama, pembunuh Prabangsa.

Hingga laporan ini disampaikan VOA belum berhasil menghubungi staf ahli presiden Ifdal Kasim.

Ungkap Korupsi Susrama, Prabangsa Dibunuh

Susrama merupakan satu di antara 115 terpidana seumur hidup yang mendapatkan grasi dari presiden. Mereka masuk kategori terpidana dengan kasus kriminal berat. Dengan grasi tersebut, hukuman seumur hidup yang diterima Susrama berubah menjadi hukuman 20 tahun penjara. Susrama divonis penjara seumur hidup oleh majelis hakim PN Denpasar yang diketuai Djumain pada 15 Februari 2010.

Susrama mulai ditahan pada 26 Mei 2009. Artinya, adik mantan Bupati Bangli I Nengah Arnawa itu belum genap sepuluh tahun berada di dalam penjara setelah membantai Prabangsa pada 11 Februari 2009.

Dalam surat presiden setebal 40 halaman itu, nama Susrama berada di urutan ke-94 dengan keterangan perkara pembunuhan berencana yang dilakukan secara bersama-sama berdasar putusan PN Denpasar Nomor 1002/Pid.B/2009/PN.DPS/tanggal 15 Februari 2010 juncto putusan PT Denpasar Nomor 29/PID/2010/PT.DPS tanggal 16 April 2010 juncto putusan Kasasi MA Nomor 1665K/PID/2010 tanggal 24 September 2010.

Kasus pembunuhan berencana itu terjadi pada 11 Februari 2009 silam di kediaman Nyoman Susrama yang berlokasi di Banjar Petak, Bangli. Eksekusi pembunuhan diperkirakan dilakukan pada sekitar pukul 16.30 hingga 22.30 WITA.

Nyoman Susrama bukan pelaku langsung, melainkan aktor intelektual yang mendalangi aksi keji itu. Selain Susrama, polisi juga menetapkan enam orang lainnya sebagai tersangka, yaitu Komang Gede, Nyoman Rencana, I Komang Gede Wardana alias Mangde, Dewa Sumbawa, Endy, dan Jampes.

Kasus ini mulai terkuak setelah mayat korban ditemukan mengambang di pesisir Klungkung pada 16 Februari 2009 dalam kondisi yang amat mengenaskan. Hasil penyelidikan mengarah kepada Nyoman Susrama yang kemudian terbukti sebagai otak dari aksi pembunuhan berencana ini.

Motif pembunuhan ini bermula dari kekesalan Nyoman Susrama terhadap Prabangsa karena pemberitaan wartawan Radar Bali tersebut. Prabangsa sebelumnya menulis berita terkait dugaan korupsi yang dilakukan Nyoman Susrama, yakni proyek-proyek Dinas Pendidikan di Kabupaten Bangli sejak awal Desember 2008 hingga Januari 2009.

Salah satu proyek yang disorot dalam pemberitaan Prabangsa adalah proyek pembangunan taman kanak-kanak dan sekolah dasar internasional di Bangli. Nyoman Susrama kala itu menjadi pemimpin proyek tersebut. Inilah yang kemudian membuat Nyoman Susrama merancang rencana untuk membunuh Prabangsa.

Nyoman Susrama merupakan calon legislatif (caleg) PDIP yang terpilih sebagai anggota DPRD Bangli periode 2009-2014. Caleg dengan nomor urut 10 di PDIP ini meraih suara terbanyak, yakni 4.800 suara di Daerah Pemilihan (Dapil) I Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.

DPP PDIP pun langsung mengambil tindakan tegas dengan memecat Nyoman Susrama. (VOA)

Kematian Aktor Singapura, Aloysius Pang Soroti Risiko Wajib Militer

Posted: 28 Jan 2019 11:57 AM PST

Kematian Aktor Singapura, Aloysius Pang Soroti Risiko Wajib MiliterSINGAPURA, LELEMUKU.COM - Sebuah upacara pemakaman diadakan hari Minggu bagi seorang aktor sekaligus tentara Singapura yang tewas karena luka-luka ketika sedang latihan wajib militer.

Aloysius Pang, 28 tahun, sedang menjalani latihan militer di Selandia Baru akhir pekan kemarin saat dia terlindas ketika sedang memperbaiki sebuah kendaraan artileri. Dia tewas hari Kamis setelah menjalani beberapa pembedahan.

Dengan penduduk hanya 5.6 juta orang, Singapura menganggap wajib militer sebagai elemen penting dari strategi keamanan nasionalnya.

Negara itu mewajibkan sebagian besar laki-laki setelah usia 18 tahun untuk mengabdi penuh waktu dalam angkatan bersenjata, polisi atau pertahanan sipil selama dua tahun.

Setelah itu mereka masih harus diwajibkan untuk lapor dan ikut latihan militer beberapa minggu setahun sekali.

Mereka yang mengelak ditangkap dan dipenjara.

Pang adalah tentara wamil keempat yang tewas dalam latihan sejak akhir 2017. Kasus ini memicu berbagai seruan agar para tentara diberikan lebih banyak perlindungan, dan militer dituntut lebih akuntabel. (VOA)

Anders Antonsen Juara Tunggal Putra, Marcus dan Kevin Sabet Gelar Kedua

Posted: 28 Jan 2019 11:55 AM PST

Anders Antonsen Juara Tunggal Putra, Marcus dan Kevin Sabet Gelar KeduaJAKARTA, LELEMUKU.COM - Anders Antonsen, pebulu tangkis Denmark, menyabet gelar juara tunggal putra Indonesia Masters setelah mengalahkan Kento Momota dari Jepang pada final Sabtu (26/1). Ini adalah gelar juara Indonesian Masters yang pertama bagi Antonsen, kantor berita AFP melaporkan.

Antonsen, yang berlaga tanpa didampingi oleh pelatihnya, lolos ke final untuk pertama kali dan berhasil membuat Momota kewalahan. Dalam pertandingan yang berlangsung satu jam 19 menit, Antonsen menaklukkan Momota dengan skor 21-16, 14-21 dan 21-16.

"Rasanya luar biasa mengingat saya main bulu tangkis sejak saya berusia enam tahun dan saya selalu memimpikan memenangkan salah satu gelar juara itu. Rasanya tidak percaya saya akhirnya bisa sampai di sini," ujar Antonsen kepada awak media setelah kemenangan bersejarah itu.

"Akhirnya saya berhasil, sulit menyatakan perasaan luar biasa saya rasakan," ujar pemain berusia 21 tahun itu.

Antonsen melaju ke babak final setelah mengalahkan pemain favorit tuan rumah dan peraih medali emas Asian Games, Jonatan Christie hari Jumat.

Momota mengakui pemain Denmark itu bermain sangat baik sejak awal pertandingan.

"Serangan-serangan yang dilancarkan Antonsen lebih baik dan pertahanannya lebih kuat sekarang," ujar Momota melalui seorang penerjemah.

Pada nomor ganda putra, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo juga menang di final, setelah mengandaskan sesama pasangan tanah air, Muhammad Aksan dan Hendra Setiawan dengan 21-17 dan 21-11.

"Pertandingan yang sangat menarik, dimulai dengan tempo yang cukup cepat, kami harus siap … tidak ada tempat untuk berbuat kesalahan," ujar Gideon setelah meraih kemenangan.

Sedangkan gelar juara ganda putri diraih oleh Misaki Matsutomo dan Ayaka Takahashi dari Jepang, yang melibas ganda putri Korsel, Kim So Yeong dan Kong Hee Yong dengan 21-19, 21-15 dalam laga yang berlangsung 40 menit.

Saina Nehwal dari India berhasil memenangkan gelar juara tunggal putri setelah lawannya, mantan juara dunia Carolina Marin, mundur akibat cedera saat pertandingan berjalan 10 menit.

Kemenangan Marcus/Kevin sayangnya tidak diikuti oleh pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Yahya dan Liliyana Natsir. Tontowi/Liliyana menyerah di tangan ganda campuran China, Zheng Siwei dan Huang Yaqiong, dengan 21-19, 19-21, dan 16-21.

Laga di Indonesian Masters adalah laga terakhir bagi Liliyana sebelum pensiun. Pemenang medali emas Olimpiade berusia 33 tahun itu melambaikan salam perpisahan kepada para penonton yang disambut sorak-sorai dan tepuk tangan dari para penggemar. (VOA)

Saudi Bebaskan Miliarder Kelahiran Ethiopia, Mohammed Hussein al-Amoudi

Posted: 28 Jan 2019 11:54 AM PST

Saudi Bebaskan Miliarder Kelahiran Ethiopia, Mohammed Hussein al-AmoudiRIYADH, LELEMUKU.COM - Pemerintah Arab Saudi telah membebaskan Mohammed Hussein al-Amoudi, seorang miliarder kelahiran Ethiopia yang ditangkap pada bulan November 2017 dalam penindakan anti-korupsi.

Kantor Perdana Menteri Ethiopia mengukuhkan kabar itu.

Kantor berita Reuters, mengutip televisi pemerintah Ethiopia dan dua sumber Saudi, juga mengukuhkan pembebasan itu dan melaporkan bahwa al-Amoudi sedang transit menuju Jeddah, sebuah kota di Saudi.

Penindakan tahun 2017 itu menjaring ratusan pejabat tinggi dan pebisnis berpengaruh Saudi dan mengonsolidasi kekuasaan Pangeran Mohammed bin Salman di dalam dan luar kerajaan.

Pemerintahan Saudi telah tutup mulut mengenai dakwaan-dakwaan yang dijatuhkan terhadap mereka yang ditangkap dan dampak penahanan itu terhadap kekayaan mereka. (VOA)

“Black Panther” Menang Penghargaan Tertinggi SAG Awards

Posted: 28 Jan 2019 11:42 AM PST

WASHINGTON, LELEMUKU.COM - Film action "Black Panther'' meraih penghargaan tertinggi dalam Screen Actors Guild Awards ke-25 hari Minggu. Ini adalah penghargaan paling signifikan yang diterima film superhero tersebut, dan bukan tidak mungkin film ini akan menang lagi dalam Academy Awards.

"Black Panther" dinominasikan untuk dua kategori dalam SAG Awards, dan dua-duanya menang. Gelar lain yang dimenangkannya adalah para pemeran pengganti (stunt) terbaik.

Glenn Close, yang sebelumnya menang Golden Globes, juga merebut penghargaan aktris terbaik SAG Awards, dan diunggulkan untuk meraih Oscar. Aktris 71 tahun ini sering dinominasikan untuk Academy Awards, tapi belum pernah menang sekalipun.

Rami Malek dinobatkan sebagai aktor terbaik lewat perannya sebagai Freddie Mercury. Atas kemenangannya dari Christian Bale dan Bradley Cooper, Malek sepertinya akan merebut piala Oscar seperti yang sudah diprediksi banyak pihak.

Emily Blunt secara tak terduga memenangkan kategori Aktris Pembantu Terbaik lewat film horor "A Quiet Place.''

Dan seperti yang sudah diduga sebelumnya, Aktor Pembantu Terbaik direbut oleh Mahershala Ali atas perannya dalam "Green Book.'' (VOA)

Pemerintah Filipina Janji Akan Tangkap Penyerang Bom Gereja

Posted: 28 Jan 2019 11:41 AM PST

Pemerintah Filipina Janji Akan Tangkap Penyerang Bom GerejaMANILA, LELEMUKU.COM - Dua pemboman hari Minggu di sebuah katedral di Filipina selatan telah menewaskan 20 orang dan melukai sedikitnya 81 orang. Polisi mengatakan jumlah korban tewas yang diumumkan sebelumnya keliru karena penghitungan ganda.

Pemerintah, dalam pernyataan, berjanji untuk memburu para pelakunya "sampai setiap pembunuhnya diadili dan dipenjara." Pernyataan itu mengatakan, "para pelaku yang kejam" tidak akan "diberi ampun."

Bom pertama meledak ketika Misa berlangsung di dalam katedral di Jolo, di provinsi Sulu. Ketika para petugas militer dan polisi bergegas membantu, bom kedua meledak.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengecam pemboman itu, menyebutnya "aksi terorisme."

Sekjen PBB Antonio Guterres menyerukan agar para pelaku kejahatan itu segera diadili.

Minggu malam, kantor berita ISIS, Amaq, mengatakan kelompok teroris itu mengklaim tanggung jawab atas kedua ledakan itu. (VOA)

Pengacara HAM Terkenal di China,Wang Quanzhang Divonis 4,5 Tahun Penjara

Posted: 28 Jan 2019 11:37 AM PST

Pengacara HAM Terkenal di China,Wang Quanzhang Divonis 4,5 Tahun Penjara
BEIJING, LELEMUKU.COM - Sebuah pengadilan di China telah menjatuhkan hukuman penjara empat setengah tahun terhadap pengacara hak asasi manusia Wang Quanzhang dengan tuduhan tunggal merongrong kekuasaan negara.

Pengadilan Rakyat Tingkat Kedua di kota Tianjin, Tingkok timur laut mengumumkan dalam pernyataan singkatnya secara online hari Senin bahwa Wang juga telah kehilangan hak politiknya selama lima tahun.

Wang membela para aktivis politik, korban perampasan tanah dan anggota gerakan spiritual Falun Gong yang dilarang. Dia adalah salah seorang dari lebih dari 200 orang yang ditangkap dalam apa yang disebut "penumpasan 709" pengacara dan aktivis hak asasi manusia pada tahun 2015. Dia menghabiskan tiga tahun berikutnya dalam tahanan, tidak diberi akses untuk bertemu dengan istrinya Li Wenzu dan para pengacara untuknya, sampai persidangan satu hari pada tanggal 26 Desember, yang tertutup bagi pengamat luar.

Li Wenzu secara aktif memprotes penahanan suaminya. Ia pernah berjalan 100 kilometer dari Beijing ke rutan di Tianjin tempat Wang ditahan. Ia menggunduli kepalanya bersama tiga wanita lain sebagai bagian dari protes itu. Ia dicegah menghadiri sidang untuk suaminya oleh aparat keamanan China yang tidak mengizinkannya meninggalkan rumah.

Banyak pengacara terseret ke dalam "penumpasan 709" telah menghadapi tuduhan yang sama, yakni tuduhan subversi terhadap negara, dan juga telah dilarang menjalankan profesi hukum. (VOA)

Sekolah Gender Jadi Perspektif Baru Bagi Pesantren

Posted: 28 Jan 2019 11:33 AM PST

Sekolah Gender Jadi Perspektif Baru Bagi PesantrenSALATIGA, LELEMUKU.COM - Bagi Ulfah Mahmudah, gender bukanlah isu yang sama sekali baru. Dia yang sudah duduk di bangku perguruan tinggi, mengaku cukup sering mendiskusikannya. Di sisi yang lain, Ulfah adalah santri putri di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam (PPTI) Al Falah, Salatiga, Jawa Tengah. Nah, di lingkungan inilah, soal-soal terkait keadilan gender sangat jarang dibicarakan.

Karena itu, dia antusias mengikuti delapan sesi program Sekolah Gender yang diselenggarakan di pesantrennya, dan baru saja berakhir. Dalam program ini, Ulfah berdiskusi bersama mengenai apa itu gender, pembahasan dari sisi agama dan juga psikologi. "Tidak hanya perempuan yang harus paham gender, tetapi juga laki-laki," kata Ulfah.

Sebagai santri putri, Ulfah mengaku pesantrennya memberi porsi peran yang adil gender. Namun, berbicara mengenai sikap, santri laki-laki memang cenderung lebih mendominasi.

"Karena memang belum pernah mendapat pengetahuan tentang gender. Khususnya di lingkungan pesantren. Sejauh ini yang khusus isu gender belum ada di kurikulum. Sekarang tetap masih ada perbedaan peran santri laki-laki dan perempuan. Tidak terlalu terlihat, tetapi masih," kata Ulfah Mahmudah.

Santri Perempuan Lebih Tertarik

Sayangnya, kata Ulfah, Sekolah Gender justru tidak menarik bagi santri laki-laki. Mereka beranggapan, soal-soal terkait keadilan gender hanya urusan perempuan. Meskipun program Sekolah Gender ini didukung sepenuhnya oleh pimpinan pondok, hanya tiga santri laki-laki mengikuti program sampai berakhir diantara puluhan peserta santri perempuan.

Siti Rofiah, pimpinan Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam (PPTI) Al Falah kepada VOA mengaku minimnya santri laki-laki yang tertarik mengikuti Sekolah Gender. " Padahal ini kan bukan hanya soal perempuan, tetapi soal relasi. Kalau ada ketimpangan, berarti harus kedua belah pihak. Tetapi karena ini baru yang pertama, kita masih perlu lakukan perbaikan disana-sini. Jadiminimnya peserta santri laki-laki ini jadi catatan evaluasi," kata Siti Rofiah.

Dia menambahkan, di satu sisi berat memberikan kesadarkan santri laki-laki di sisi lain ada tantangan bagi santri perempuan karena mereka merasa inferior. Santri perempuan biasanya merasa tidak pantas membahas isu keadilan gender, apalagi bersama santri laki-laki dalam satu kegiatan bersama.

Faktor budaya juga menjadi penghambat, apalagi pesantren tumbuh di lingkungan Nahdlatul Ulama. Relasi perempuan dan laki-laki memiliki perbedaan tafsir yang sangat beragam.

Di balik tantangan itu, kata Siti, Sekolah Gender bagaimana pun adalah program strategis yang penting untuk menanamkan kesadaran adil gender di kalangan santri. Para santri kelak selesai belajar akan kembali ke masyarakat dan menjadi tokoh lokal. Pada titik inilah, santri memiliki posisi strategis dalam menyebarkan nilai-nilai keadilan gender itu.

"Tradisi yang sudah terbangun sejauh ini, di dalam lingkungan agama biasanya perempuan di belakang, jarang tampil. Sekarang sudah mulai banyak yang bergerak untuk mencoba mempromosikan nilai-nilai ini, dan sumber-sumbernya tidak diambil jauh-jauh. Karena kecenderungannya, kajian gender sumbernya diambil dari Barat. Sekarang kita mulai mengenalkan bahwa ada sumber dari ajaran Islam sendiri."

Wacana adil gender masih asing di lingkungan pesantren. Faktor agama dan budaya memberikan tantangan tersendiri dalam penyadarannya. Menurut Siti, agama memiliki legitimasi teks.Di Sekolah Gender, santri diajak menyikapi teks itu dengan metode penafsiran yang berbeda yang hasilnya jauh lebih adil gender.

Tafsir Baru Ajaran Agama

Salah satu narasumber dalam Sekolah Gender ini adalah Wiwin Siti Aminah Rohmawati. Perempuan ini menjabat sebagai Wakil Direktur Pusat Studi Islam Asia Tenggara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Secara umum, kata Wiwin, tantangan terkait kesadaran adil gender di lingkungan pesantren kini lebih ringan dibanding 20 atau 30 tahun yang lalu. Namun, bukan berarti isu ini sudah diterima dengan baik. "Belum semua pesantren mau terbuka membicarakan relasi laki-laki dan perempuan. Dari 28 ribu lebih pesantren di Indonesia, saya tidak yakin 30 persennya sudah mau menerima isu gender masuk. Kalaupun sudah menerima, belum tentu mau melakukan pelatihan penyadaran gender bagi santrinya," ujar perempuan yang juga aktif di Fatayat NU DIY ini.

Budaya patriarki diakuinya masih kental di pesantren. Ada ada perbedaan signifikan, pada pesantren yang diasuh kyai dan nyai dari kalangan muda. Berbeda dengan pimpinan pesantren yang memulai kiprahnya pada tahun 1960-1970an, kyai muda relatif terbuka dalam isu gender.

Pemisahan yang ketat antara santri laki-laki dan perempuan juga menjadi faktor. Tidak mudah untuk mendorong santri bicara ketika keduanya disatukan dalam satu forum. Padahal, isu ini harus dibicarakan bersama, untuk memahami sudut pandang masing-masing dan bersama-sama mencari jalan keluar dari persoalan yang dihadapi.

Padahal pesantren sebenarnya tidak lalai dalam pembahasan ini. Banyak ayat-ayat dalam kitab suci yang dijadikan dasar pembahasan, meskipun kemudian faktor tafsir menjadi penentu pemahaman akhir.

"Mereka di pesantren diajarkan fiqih (hukum), banyak yang terkait khusus dengan laki-laki dan perempuan. Sangat detil diajarkan. Sebenarnya modal pesantren cukup banyak untuk membicarakan relasi perempuan dan laki-laki. Masalahnya pada, interpretasi mana yang disampaikan guru di pondok. Apakah punya perspektif gender atau tidak."

Tafsiran itu penting, lanjut Wiwin, untuk memberi sudut pandang baru atas sebuah teks. Misalnya tafsir mengenai laki-laki sebagai pemimpn bagi perempuan. Dalam perpektif gender yang berwawasan luas, kalimat itu tidak dipahami secara kaku.

"Misalnya diterjemahkan bahwa seorang pemimpin itu otoriter terhadap perempuan dan harus mengatur, kan enggak. Harus membaca membaca kondisi dan situasi ketika ayat itu turun seperti apa," tambahnya. (VOA)

Menteri Italia Ancam Akan Tuntut Awak Kapal Penyelamat Migran

Posted: 28 Jan 2019 11:33 AM PST

Menteri Italia Ancam Akan Tuntut Awak Kapal Penyelamat MigranROMA, LELEMUKU.COM - Menteri Dalam Negeri Italia mengancam akan mengajukan tuntutan terhadap awak kapal penyelamat migran yang telah dilarang untuk berlabuh di pelabuhan Italia.

Sea Watch 3 telah berlabuh di lepas pantai Sisilia sejak Kamis lalu setelah menyelamatkan 47 migran di Laut Tengah beberapa hari sebelumnya. Kapal itu diizinkan berlabuh di sana untuk menghindari cuaca buruk.

Menteri Dalam Negeri Italia Matteo Salvini telah menolak mengizinkan pelabuhan-pelabuhan di Italia menerima kapal itu sehingga dapat menurunkan para migran. Salvini, pemimpin partai Liga sayap kanan yang berkuasa, telah mengadopsi kebijakan keras dengan mencegah kapal-kapal yang telah menyelamatkan para migran yang di Laut Tengah agar tidak berlabuh di pelabuhan-pelabuhan Italia.

Salvini menuduh awak Sea Watch 3, yang dioperasikan oleh kelompok kemanusiaan Jerman Sea Watch, terlibat dalam perdagangan manusia.

Francesco Rocca, presiden Palang Merah Internasional, mengeluarkan pernyataan pada hari Senin yang menyerukan kepada pemerintah Italia agar mengizinkan Sea Watch 3 untuk berlabuh dan memungkinkan para migran "turun dan mengakses bantuan yang mereka butuhkan. Mereka adalah manusia, bukan angka," katanya. (VOA)

Presiden Nicolas Maduro Setujui Dialog, Tolak Seruan untuk Pemilu Baru

Posted: 28 Jan 2019 11:24 AM PST

Presiden Nicolas Maduro Setujui Dialog, Tolak Seruan untuk Pemilu BaruCARACAS, LELEMUKU.COM - - Pemimpin Venezuela yang terpojok Nicolas Maduro telah menolak ultimatum Uni Eropa yang menyerukan pemilu baru di negaranya. Dalam suatu wawancara di televisi yang ditayangkan hari Minggu, ia mengatakan pemimpin oposisi Juan Guaido telah melanggar konstitusi dengan memproklamirkan diri sebagai presiden sementara. Tetapi Maduro telah setuju untuk mengadakan dialog dengan oposisi.

Dalam wawancara dengan CNN Turki, yang ditayangkan hari Minggu (27/1), Presiden Venezuela yang terpojok Nicolas Maduro mengatakan pengadilan tinggi dan pihak kehakiman yang berwenang di Venezuela akan menentukan apakah Guaido melanggar undang-undang negara itu. Ia menolak permintaan Uni Eropa agar menyelenggarakan pemilu baru yang demokratis, yang kalau tidak dipenuhi maka Eropa akan mengakui Guaido sebagai presiden sementara Venezuela.

Maduro menegaskan, "Venezuela akan terus berjalan pada jalurnya, untungnya kami tidak bergantung pada Eropa. Dan sikap arogan serta memaksa itu, memandang rendah kami, karena kami inferior bagi mereka, dari elite Eropa, tak ada lagi urusannya, karena elite Eropa tidak mewakili rakyat Eropa. Para pemimpin Eropa adalah penjilat, berlutut di belakang kebijakan-kebijakan Donald Trump. Seluruh Eropa berlutut di kaki Donald Trump, sesederhana itu, dan terutama atas Venezuela."

Presiden Maduro dilantik untuk masa jabatan ke-dua pada awal bulan ini setelah pemilu yang dianggap luas curang. Amerika Serikat dan sebagian besar negara di kawasan, juga Israel, telah mengakui Guaido sebagai presiden sementara sampai presiden baru dipilih melalui pemilihan yang demokratis. Maduro telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Washington dan memerintahkan para diplomat Amerika agar meninggalkan negara itu, tetapi ia kemudian membatalkan perintah tersebut.

Maduro mengemukakan, "Saya telah mengirim banyak pesan kepada Trump, tetapi saya pikir ia tenggelam dalam masalah di dalam negeri. Dan saya pikir ia, saya pikir, meremehkan kami. Ia memandang rendah seluruh Amerika Latin dan Karibia."

Amerika Serikat telah memperingatkan Maduro agar tidak menggunakan kekuatan untuk menumpas oposisi atau menyerang personel diplomatik Amerika. Rusia telah menuduh Amerika Serikat membangkitkan kerusuhan di Venezuela.

Vasily Nebenzia, Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, menyatakan, "Amerika Serikat melukiskan gambaran konfrontasi antara rezim Maduro dan rakyat Venezuela. Gambaran ini jauh dari kenyataan. Terlepas dari semuanya, pemimpin Venezuela jelas memiliki dukungan luas di kalangan rakyat."

PBB menyerukan dialog sebagai solusi bagi krisis politik, tetapi rakyat Venezuela terpecah pendapat dalam hal ini.

Adrian Alvarez, seorang karyawan pasar swalayan mengatakan, "Sebagai warga Venezuela saya pikir kita tidak seharusnya melakukan kekerasan. Menurut saya dialog akan membantu kita maju, sebagai rakyat, sebagai masyarakat dan negara Venezuela."

Sementara itu Jose Gregorio Castillo, seorang pengacara, mengatakan, "Pertama-tama, telah berapa kali terjadi dialog dan pemerintah atau yang disebut pemerintah tidak menghargai dialog? Apakah kita akan melakukan hal serupa lagi? Tidak, tidak ada lagi kesempatan bagi dialog."

Maduro didukung oleh militer Venezuela, tetapi atase militer Venezuela di Washington hari Sabtu lalu mendesak para anggota angkatan bersenjata negaranya agar mengakui Guaido sebagia presiden sementara yang sah. (Zlatica Hoke/VOA)

Oposisi Presiden Venezuela, Juan Guaido Serukan Protes Massal

Posted: 28 Jan 2019 11:20 AM PST

Oposisi Presiden Venezuela, Juan Guaido Serukan Protes Massal
CARACAS, LELEMUKU.COM - Pemimpin oposisi Venezuela yang mendeklarasikan diri sendiri sebagai presiden sementara negara itu, Juan Guaido, telah menyerukan demonstrasi dua hari minggu ini dalam upaya terakhirnya untuk menarik militer negara itu ke pihaknya dan menjauh dari pemimpin Nicolas Maduro.

Pertama, Guaido ingin rakyat Venezuela melakukan protes damai, dua jam, tengah hari Rabu "untuk menuntut agar angkatan bersenjata berpihak pada rakyat."

Pada hari Sabtu, Guaido ingin para pendukungnya "di setiap sudut" negara dan di seluruh dunia untuk turun ke jalan, langkah yang bertepatan dengan batas waktu yang ditetapkan oleh Uni Eropa untuk mengumumkan pemilihan baru.

Guaido menawarkan amnesti kepada tentara yang mendukung demokrasi dan menolak pemerintahan Maduro saat ini.

Pengikut oposisi – sebagian meneriakkan kalimat, "Sobat tentara, hanya kalian yang belum bergabung" – membagikan selebaran yang menjelaskan rencana amnesti di pos-pos militer dan polisi.

Sebagian tentara membuang kertas selebaran itu atau merobeknya. Tetapi banyak anggota militer Venezuela mengatakan mereka dan keluarga mereka lelah dan terganggu dengan kekurangan makanan dan langkanya bahan kebutuhan dasar lainnya.

Sementara itu, Presiden Nicolas Maduro hari Minggu menegaskan bahwa militer tetap mendukungnya ketika dia menonton latihan militer menggunakan granat berpeluncur roket dan senapan mesin anti-pesawat buatan Rusia.

"Tidak ada orang yang menghormati yang orang lemah, pengecut, pengkhianat. Di dunia ini, yang dihormati adalah orang yang gagah berani dan kuat," kata Maduro sambil mengamati peluru-peluru dari artileri buatan Rusia itu menerjang sisi bukit.

Maduro mengatakan dia menginginkan perdamaian, tapi dia mengumumkan akan ada latihan militer lagi bulan depan yang katanya akan menjadi "yang paling penting dalam sejarah Venezuela." (VOA)

Bahrain Minta Pengungsi di Thailand, Hakeem Al Araibi Diekstradisi

Posted: 28 Jan 2019 11:13 AM PST

Bahrain Minta Pengungsi di Thailand, Hakeem Al Araibi Diekstradisi
BAHRAIN, LELEMUKU.COM - Bahrain pada hari Senin mendesak agar segera dilakukan ekstradisi pemain sepak bola dengan status pengungsi yang telah ditahan di Thailand selama hampir dua bulan atas dugaan perannya dalam protes di negara Teluk itu.

"Hakeem Al Araibi ditangkap di Thailand dan proses untuk mengekstradisinya ke Bahrain sedang ditangani sehingga dia dapat menjalani hukumannya," kata pernyataan pemerintah yang dikirim ke AFP.

Al Araibi, 25, yang bermain untuk tim pemuda nasional Bahrain, meninggalkan tanah airnya dan diberi suaka di Australia di mana dia bermain untuk klub semi-profesional di Melbourne. (VOA)

ICW Nilai Mantan Napi Korupsi Berpeluang Menang di Pemilu 2019

Posted: 28 Jan 2019 09:16 AM PST

ICW Nilai Mantan Napi Korupsi Berpeluang Menang di Pemilu 2019
JAKARTA, LELEMUKU.COM - Setelah sempat terkatung-katung, puluhan mantan napi korupsi akhirnya dipastikan boleh bersaing dalam pemilu April mendatang. Meskipun sejarah hidup mereka sempat diwarnai cacat, mereka berpeluang untuk menang.

Mahkamah Agung memutuskan tahun lalu, peraturan yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang melarang mantan napi korupsi untuk bersaing merebut jabatan publik bertentangan dengam UU tahun 2017 mengenai pemilu.

Pada pemilu mendatang, di antara 7.968 orang yang bersaing memperebutkan kursi di DPR dan DPRD , 38 di antara mereka pernah dinyatakan bersalah terlibat korupsi. Mereka mendapat dukungan 13 – dari 16 – partai politik yang berpartisipasi pada pemilu 2019. Dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), yang didirikan kandidat presiden Prabowo Subianto, mendukung enam di antara para mantan napi yang mencalonkan diri itu, atau yang terbanyak dibanding partai-partai lain.

Keputusan MA, meskipun sudah final, tetap mengundang kontroversi. Mereka yang mengecam keputusan itu mengatakan, mengizinkan mantan napi korupsi bisa merusak integritas DPR dan DPRD, dan menghalangi usaha-usaha memberantas korupsi.

"Sementara anggota badan-badan pemerintah, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Audit, diharuskan tidak memiliki catatan sejarah yang memalukan, peraturan itu tidak berlaku bagi anggota DPR dan DPRD," kata Ade Irawan, Wakil kordinator Indonesian Corruption Watch.

Mantan Napi Berpeluang Menang

Lebih jauh Ade mengatakan mantan napi korupsi berpeluang menang. Alasannya sederhana. Di Barat, vonis bersalah terkait korupsi bisa menciutkan nyali para politisi untuk menjadi sorotan publik, apalagi mencalonkan diri dalam pemilu. Namun stigma seperti itu tidak berlaku di Indonesia, di mana suap dan korupsi dianggap perilaku normal. Sebuah survei yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) belum lama ini paling tidak menunjukkan gambaran memprihatinkan ini.

Sementara kebanyakan responden mengaku pro-demokrasi, sepertiga dari mereka mengatakan, mereka tidak memperdulikan, dan pada beberapa kasus bahkan mendukung, korupsi -- suatu sikap yang bertentangan dengan sistem politik yang mereka dukung.

Menurut survei itu pula, 27 persen responden -- umumnya mereka yang tinggal di pedesaan dan tidak mengenyam pendidikan tinggi -- memaklumi korupsi, kolusi dan nepotisme, khususnya bila itu dapat membantu mempercepat proses administrasi manakala harus berurusan dengan badan-badan penegakan hukum. Sikap permisif seperti ini, menurut sejumlah pengamat, dapat membantu mantan napi terpilih menjadi anggota DPR atau DPRD.

"Tidak semua pemilih mengetahui dengan baik latar belakang kandidat, termasuk apakah mereka termasuk politisi kotor atau bersih. Toleransi para pemilih terhadap para koruptor juga tinggi," kataBurhanuddin Muhtadi,peneliti senior LSI. "Jadi ya, mantan napi korupsi berpeluang untuk menang."

Pada pilkada Juni lalu, contohnya, hanya 19 hari setelah KPK menyebutnya sebagai tersangka dalam kasus korupsi yang melibatkan sejumlah proyek prasarana publik, Syahri Mulyo, seorang kandidat, terpilih sebagai bupati di Jawa Timur dengan kemenangan meyakinkan. Ia meraih 59,8 persen suara. Memang sih kemenangan itu kemudian dibatalkan, karena ia kemudian ditahan sambil menunggu persidangan. Namun, itu menunjukkan betapa rendahnya pengetahun pemilih mengenai wakil-wakil mereka.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilihan Umum dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggrainisependapat dengan Burhanuddin. Iamenyatakan kecewadengan keputusan MA yang membolehkan mantan napi korupsi mencalonkan diri. "Ini bukan perkara adil atau tidak adil menyangkut hak politik seseorang. Persoalannya adalah mereka sudah menodai kepercayaan rakyat dan kini mereka menuntut untuk diberi kepercayaan mewakili rakyat," katanya.

Titi setuju dengan usulan sejumlah pihak agar para mantan napi korupsi yang mencalonkan diri mengumumkan bahwa mereka pernah berstatus sebagai narapidana kepada publik. "Saya juga mengusulkan agar di setiap TPS di mana ada mantan napi korupsi yang bersaing memperebutkan kursi ditempatkan pengumuman publik yang menyebut nama-nama calon yang pernah terlibat korupsi, apa bentuk korupsinya dan kapan mereka menyelesaikan masa hukumannya," tambah Titi.

Budaya Patronase Suburkan Korupsi

Kecenderungan bersikap lunak terjadap korupsi di Indonesia kemungkinan juga bersumber dari budaya patronasedi kalangan masyarakat Asia, termasuk Indonesia. Tidak seperti di Barat, di mana azas meritrokrasi berlaku, banyak pemilih Indonesia sering mengagungkan tokoh publik, seperti pejabat atau pemuka agama. Walhasil, politisi dengan mudah meraih kembali kekuasaan bahan setelah dinyatakan terlibat terhadap kasus korupsi. "Karena budaya patronase, orang-orang cenderung menghormati para pejabat atau pemimpin agama meskipun intelejensi dan keahliannya diragukan," ujar Titi.

Ade dari Indonesian Corruption Watch (ICW) ragu, usaha-usaha untuk meningkatkan kesadaran pemilih mengenai latar belakang kriminal kandidat akan mempengaruhi toleransi masyarakat terhadap korupsi, karena korupsi sudah mendarah daging dalam masyarakat Indonesia. Survei ICW tahun lalu menunjukkan, lebih dari 33 persen responden mengaku pernah memberi uang atau hadiah kepada polisi untuk memudahkan urusan mereka.

ICW mengatakan, tahun lalu, negara merugi 30 triliun rupiah akibat korupsi namun hanya 5 persen dari dana itu kembali ke pemerintah. ICW juga mencatat secara keseluruhan ada 2.457 pegawai pemerintah yang pernah terlibat korupsi, namun mereka masih dipekerjakan dan bahkan ada yang sudah dipromosikan. "Ini menggambarkan lemahnya penindakan atau penghukuman di lembaga-lembaga pemerintahan," kata Ade.

Para analis mengatakan, para mantan napi korupsi diperkirakan juga akan menunjukkan kepribadian yang merakyat untuk menarik perhatian para pemilih, dan taktik ini bisa berhasil di kalangan mereka yang berpendidikan rendah di daerah-daerah pedesaan.

Para pemilih ini biasanya tidak keberatan dengan politik uang. Mereka tak sungkan memberikan suara mereka setelah menerima sedikit uang tanda welas asih dari orang-orang yang mencalonkan diri menjadi pejabat publik. Ini merupakan peluang menguntungkan bagi para mantan napi korupsi karena mereka memang memiliki uang hasil korupsi di kantung mereka.

"Para mantan napi korupsi yang mencalonkan diri umumnya lebih dikenal masyarakat dibanding mereka yang jujur. Mereka juga cenderung lebih membaur dengan masyarakat," kata Burhanuddin . "Ini akan membantu mereka menggalang dukungan dari orang-orang yang permisif terhadap korupsi. Singkatnya, peluang mantan koruptor untuk menang tidak jelek sama sekali." (VOA)

Bencana Bendungan di Brazil, 58 Tewas, 300 Hilang

Posted: 28 Jan 2019 08:45 AM PST

Bencana Bendungan di Brazil, 58 Tewas, 300 Hilang
BRASILIA, LELEMUKU.COM - Korban tewas akibat runtuhnya bendungan hari Jumat (25/1) di Brazil tenggara bertambah menjadi 58 orang, Minggu (27/1), jumlah yang pasti akan naik karena sedikitnya 300 orang dikhawatirkan terkubur di bawah berton-ton lumpur.

Operasi penyelamatan sempat dihentikan sejenak hari Minggu ketika para pejabat khawatir bendungan lainnya di kota Brumadinho itu juga akan jebol. Warga diminta bersiap-siap untuk evakuasi sebelum bendungan itu akhirnya dinyatakan aman.

Bendungan milik perusahaan tambang Vale, Brazil, jebol pada hari Jumat (25/1), meluapkan air dan lumpur yang menerjang ratusan pekerja tambang yang sedang menikmati istirahat makan siang.

Otoritas kehakiman Brazil telah membekukan sekitar $3 miliar aset perusahaan raksasa tambang global Vale sejak Jumat (25/1). Perusahaan ini juga dikenai banyak denda karena pelanggaran peraturan dan pencemaran setelah terjadinya bencana sebelumnya.

Kecelakaan hari Jumat itu (25/1) mengingatkan bencana serupa pada tahun 2015, ketika bendungan tambang lainnya ambrol di negara bagian yang sama, Minas Gerais, dan menewaskan 19 orang.

Bendungan itu juga dikelola oleh Vale, bersama dengan perusahaan tambang Australia BHP Billiton. Jebolnya bendungan tahun 2015 tersebut mengalirkan jutaan ton limbah besi beracun sepanjang ratusan kilometer, sehingga mengakibatkan apa yang dianggap sebagai bencana lingkungan terburuk di Brazil. (VOA)

3 Pengedar dan Pemakai Ganja, Ditangkap Buser Polsek Tambora

Posted: 28 Jan 2019 08:41 AM PST

3 Pengedar dan Pemakai Ganja, Ditangkap Buser Polsek TamboraCENGKARENG, LELEMUKU.COM - Anggota Unit Reskrim Subnit Narkoba Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat, berhasil menangkap pengedar dan pemakai narkoba jenis ganja di Jalan Taman Palm Lestari RT 13/16 Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (24/1) pukul 20.00 WIB.

Kapolsek Tambora Kompol Iver Son Manossoh SH didampingi Kanit Reskrim AKP Supriyatin SH MH mengatakan, ketiga tersangka tersebut adalah FR (24), TM (24) dan KF (21).

Penangkapan kepada ketiganya dipimpin langsung oleh Panit Narkoba Tambora Iptu Yugo Pambudi,SH. Pertama menangkap tersangka FR di Jalan Taman Palem lestari Kel Cengkareng Barat Kec Cengkareng Jakarta Barat.

"Dari tangan tersangka FR polisi mengamankan dua bungkus ganja kering yang dibungkus kertas sebarat 4,80 gram," tutur Kompol Iver Son Manossoh,  Minggu (27/01/2019).

Kompol Iver Son Manossoh mengatakan, dari penangkapan FR kemudian mengembang dan akhirnya berhasil meringkus dua orang lainnya yakni TM dan KF.

Dari tangan ketiga tersangka polisi total mengamankan sepuluh paket ganja kering dan satu unit Handphone Merk Nokia sebagai alat bertransaksi, selanjutnya para tersangka saat ini menjadi Penghuni Hotel Prodeo Polsek Tambora, karna perbuatan mereka.

"Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 Sub Pasal 111 ayat 1 jo Pasal 132 ayat 1 UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman diatas 5 Tahun," tuturnya. (Ashari Bharaduta)

Ciptakan Situasi Aman, Polsek Tanjung Duren Gelar Patroli Gabungan

Posted: 28 Jan 2019 08:33 AM PST

Ciptakan Situasi Aman, Polsek Tanjung Duren Gelar Patroli Gabungan
TOMANG, LELEMUKU.COM - Kapolsek Tanjung Duren, Polres Metro Jakarta Barat Kompol Lambe Patabang Birana SIK memimpin pelaksanaan apel serta patroli cipta kondusif gabungan yang di ikuti oleh 40 Personil gabungan terdiri dari unit terbuka maupun tertutup personil Polsek Tanjung Duren sebanyak 25 personil dan dari Citra Bhayangkara 15 personil, Minggu (27/1) dini hari.

 Dalam pelaksanaan Apel Cipkon, Kapolsek Tanjung Duren menyampaikan, maksud dari apel cipkon ini untuk menciptakan situasi kondusif dan antisipasi kerawanan gesekan warga dimalam libur serta kejahatan jalanan.

"Kita laksanakan Patroli cipta kondusif dengan sasaran rawan perkelahian antar kelompok, rawan 3 C ( Curat Curas Curanmor), Balapan Liar dan kejahatan jalanan lainnya di  wilayah Polsek Tanjung Duren. Apabila ada anak - anak muda yang bergerombol dipinggir jalan agar segera dibubarkan untuk pulang ke rumahnya masing - masing," ucap Kompol Lambe.

Kapolsek juga mengimbau kepada anggota agar meningkatkan kewaspadaan dan cermati situasi yang sedang berkembang saat ini, selalu waspada terhadap pejagaan mako dan tahanan agar dikontrol secara rutin sesuai arahan pimpinan.

Jaga kesehatan dan keselamatan mari lakukan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan tidak bergerak sendiri sendiri selalu buddy system dalam setiap penugasan.

"Setelah selesai apel cipkon agar lampu rotator jangan lupa dinyalakan agar langit di wilayah Tanjung Duren terlihat membiru, supaya masyarakat mengetahui keberadaan Polisi dan tercipta rasa aman," imbau Kapolsek.

Lebih jauh ia memaparkan, setelah pelaksanaan apel gabungan dilanjutkan kegiatan patroli yang dilakukan ke sejumlah wilayah sepi dan rawan terjadinya aksi tindak kejahatan dengan mengendarai mobil patroli dan menghidupkan lampu rotator.

Melaksanakan strong point ke pos Pengamanan terpadu 4 pilar di lokasi  yang rawan terjadi nya jambret, begal maupun tawuran.

"Pada saat pelaksanaan patroli, personil juga memperhatikan situasi dan kondisi dengan seksama. Jika mendapati orang yang mencurigakan, akan dilakukan pemeriksaan," paparnya.

Kegiatan patroli tersebut, personil juga menyempatkan diri menghampiri lokasi obyek vital yang rawan terjadinya tindak kejahatan. Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi terjadinya pelaku kejahatan 3C (curas, curat dan curanmor) serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang sedang melintas dan beraktifitas pada malam hari. (Ashari Bharaduta)

Terjaring Operasi Balap Liar di Kembangan, 45 Remaja Hormat Bendera

Posted: 28 Jan 2019 08:32 AM PST

Terjaring Operasi Balap Liar di Kembangan, 45 Remaja Hormat Bendera
TOMANG, LELEMUKU.COM - Kanit Lantas Polsek Kembangan Polres Metro Jakarta Barat AKP Hartono SH bersama Panit Reskrim Iptu Yudi Adiansyah SH MM memberikan arahan kepada 45 orang baik penonton maupun pelaku balap liar yang terjaring  operasi balap liar  malam hari di kawasan CNI, Puri Kembangan,  Sabtu (26/1) malam.

"Sebanyak 45 orang yang terjaring operasi balap liar melaksanakan hormat bendera di halaman Polsek Kembangan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya," Ujar AKP Hartono, Minggu (26/1).

Dirinya juga memberikan arahan antaranya  stop pelanggaran, stop kecelakaan, karena terjadinya kecelakaan di awali dari pelanggaran.

Selanjutnya,  Slogan Lalulintas diucapkan oleh 36 orang yang terjaring balap liar yakni Kami Warga Jakarta Barat Siap Mewujudkan Generasi Milenial Cinta Lalu Lintas Menuju Indonesia Gemilang, Stop Pelanggaran, Stop Keselamatan untuk Kemanusiaan.

Arahan juga diberikan Panit Reskrim Polsek Kembangan Iptu Yudi Adiansyah agar mereka tidak lagi melakukan balap liar.

"Kendaraan yang ditahan boleh diambil dengan disertakan STNK, BPKB. Dan plat nomor agar  dipasang kembali yang telah dilepas sehingga menjadi motor seperti semula bukan trondol lagi," imbuhnya. Ashari Bharaduta)

Polisi Tembak 2 Pelaku Residivis Curanmor di Kalideres

Posted: 28 Jan 2019 08:26 AM PST

Polisi Tembak 2 Pelaku Residivis Curanmor di Kalideres
TOMANG, LELEMUKU.COM - Enam pelaku penjahat jalanan spesialis kendaraan bermotor diringkus petugas kepolisian dari Polsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat.

Dua diantaranya yang diketahui residivis harus menjalani perawatan intensif akibat dihadiahi timah panas lantaran berusaha melawan petugas saat hendak di lakukan penangkapan pada jumat (25/1).

Kapolsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat Kompol Pius Ponggeng  SH mengungkapkan kronologi penangkapan penjahat jalanan tersebut.

 Menurutnya, anggota yang dipimpin langsung Kanit Reskrim AKP Syafri Wasdar SH melakukan pengejaran terhadap pelaku tindak pidana pencurian yang sudah menjadi Target Operasional.

"Dari pengejaran itu, petugas berhasil menangkap 4 tersangka yakni J ( 35), JS (32),  MA (20), dan HS (21)," ungkap Kompol Pius, Minggu (27/1).

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Kalideres AKP Syafri Wasdar SH mengatakan, dari hasil interogasi terhadap empat pelaku yang diamankan, diketahui ada dua pelaku lainnya yang diketahui pula dua orang tersebut merupakan residivis.

Dari informasi yang diterima, pihaknya melakukan penangkapan, namun saat dilakukan penangkapan berusaha melawan petugas sehingga kedua pelaku tersebut yang diketahui berinisial RD (24) dan S (20), akhirnya dilakukan tindakan tegas terukur. Kemudian kedua pelaku tersebut dibawa ke RSUD Kalideres untuk diberikan pengobatan

"Dua tersangka ini, terpaksa kita lumpuhkan pada bagian betis kaki kiri pelaku karena mencoba melawan petugas," ujar AKP Syafri.

Adapun barang bukti yang disita polisi atas kejadian tersebut berupa satu unit sepeda motor Honda Vario 125 tahun 2013 warna biru, dan satu unit mobil Suzuki Carry warna biru nopol. B 8935 NO imbuhnya. (Ashari Bharaduta)
Share 2 WA Share 2 G+