Tidak Terima Diwawancarai, Oknum Kapolres di MTB Ancam Pukul Wartawan

Tidak Terima Diwawancarai, Oknum Kapolres di MTB Ancam Pukul Wartawan


Tidak Terima Diwawancarai, Oknum Kapolres di MTB Ancam Pukul Wartawan

Posted: 03 Nov 2018 02:42 PM PDT

Tidak Terima Diwawancarai, Oknum Kapolres di MTB Ancam Pukul Wartawan
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM - Tidak terima saat dimintai wawancara, oknum Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Selaru, YO, mengancam akan melakukan tindak kekerasa kepada salah satu wartawan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku.

Wartawan dari media online, Simpul Rakyat bernama Imanuel Anthoni Solarbesain itu diancam akan dipukul karena ingin meminta penjelasan dari Kapolsek terkait temuan informasi awak media dari aduan masyarakat Desa Adaut, yaitu persoalan penyelesaian hak asuh anak yang melibatkan salah satu anggota Polsek Selaru dan diduga terjadi pemerasan.

"Keluarga yang punya anak itu menyerahkan ke saudaranya untuk dipelihara tanpa ada ikatan aturan kesepakatan dari pihak keluarga. Kemudian setelah mereka akan mengambil anak mereka, pihak dari saudaranya meminta harus membayar uang sebesar Rp.18 juta," jelas dia.

Hal itu sangat disayangkan lantaran sejak awal menelpon, Imanuel mengaku sudah memberikan kesempatan kepada sang kapolsek untuk menjelaskan inti persoalan namun sangat disayangkan ketika di tengah penjelasannya, tensi amarah sang kapolsek mulai naik. Ancaman pun dilontarkan oleh sang kapolsek pada wartawan tersebuyt bahwa akan memukulinya setelah berada di Saumlaki, namun disaat yang sama ada beberapa awak media yang berada bersama - sama di TKP dan mendengar ancaman tersebut.

"Ketika kami dan beberapa wartawan dari berbagai media yang bertugas di Kabupaten Maluku Tenggara Barat mencoba untuk konfirmasi secara baik persoalan ini kepada Kapolsek Selaru, Aipda Jopi Oraplean melalui sambungan seluler, kami disambut dengan tidak sopan, yaitu marah dan membentak bentak kami, bahkan mengancam katanya, 'Tunggu Beta di situ, Beta pukul dan injak ose pung dalam muka," papar dia.

Hal ini menurut dia sangat disayangkan, sebab ancaman ini muncul setelah anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI mengunjungi Pulau Selaru. Hal ini juga dinilai tidak menghargai misi dari anggota kompolnas yang telah datang dan memberikan arahan kepada anggota Polri di daerah ini.

"Kasihan masyarakat kecil yang tidak bisa berbuat apa - apa, sementara tempat perlindungan yang sudah menjadi tempat yang menakutkan, lalu pertanyaannya kemana lagi mereka mau mengadu dan membawa persoalan mereka?. Masyarakat ini juga adalah warga Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Imanuel yang juga merupakan Kepala Divisi Media dan Komunikasi, DPC Lembaga Aliansi Indonesia di Kabupaten MTB.

Jems Masela, sebagai Ketua LAI - BPAN MTB langsung merespon sikap arogan oknum kapolsek tersebut.

"Kami berharap agar Institusi Kepolisian menyikapi hal ini. Kapolsek Selaru telah merusak hubungan yang baik antara LAI - BPAN MTB dengan Kepolisian. Olehnya itu, jika tidak segera disikapi maka kami, lewat DPP akan melaporkan langsung ke pak Kapolri dan Kompolnas," ujar dia.

Dalam kunjungan Kompolnas ke pulau Selaru beberapa waktu lalu, Oknum kapolsek tersebut juga ikut mendampingi dan sekaligus mendengar arahan Kompolnas terkait sikap dan ulah anggota kepolisian kepada masyarakat. Bahkan, kompolnas menyarankan jika ada sikap - sikap anggota kepolisian yang tidak benar kepada masyarakat agar segera dilaporkan.

"Arahan Kompolnas itu dianggap angin lalu oleh sang kapolsek, bahkan parahnya lagi dia menantang dia untuk melaporkannya jika berani," kata Masela.

Ia juga menyatakan sebagai lembaga yang selama ini sudah menjalin kerjasama yang baik dengan Institusi Kepolisian, pihaknya berharap kepada pimpinan Polres MTB agar segera memanggil sang kapolsek dan diberikan teguran keras.

"Guna kedepan tidak ada lagi sikap - sikap arogan anggota kepolisian kepada masyarakat, mengingat Polisi adalah pelindung dan pengayom masyarakat," tutup dia. (SimpulRakyat)

Petrus Fatlolon Imbau Masyarakat Tanimbar Dukung Sidang MPL Sinode GPM ke 40

Posted: 03 Nov 2018 02:37 PM PDT

Petrus Fatlolon Imbau Masyarakat Tanimbar Dukung Sidang MPL Sinode GPM ke 40
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku, Petrus Fatlolon, SH., MH mengimbau seluruh masyarakat Kepulaun Tanimbar agar  mendukung jalannya Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) ke-40 yang akan berlangsung di Kota Saumlaki pada Minggu, 11 November hingga Jumat, 16 November 2018.

"Mari kita menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing agar terciptanya kondisi yang aman, damai dan tertib serta kenyamanan bagi para tamu yang datang mengikuti iven akbar tersebut," imbau dia kepada Lelemuku.com pada Sabtu (27/10).

Fatlolon mengaku selain memberikan dukungan secara moril, pihaknya juga memberikan bantuan anggaran untuk mendukung pelaksanaan acara yang membanggakan masyarakat Kepulauan Tanimbar itu sebesar 1 Milyar Rupiah lebih.

Ia pun meminta seluruh panitia kegiatan itu agar mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan terselenggaranya sidang tersebut agar dapat berjalan dengan baik serta mengajak agar panitia pelaksana dapat berkoordinasi dengan pihak Pemda tentang kebutuhan kepanitiaan agar tidak menjadi halangan jalannya sidang itu nantinya.

"Mari saling berkoordinasi dengan baik bila ada yang kurang panitia bisa berkoordinasi untuk Pemda penuhi, Pemda tetap pantau. Marilah menjadi tuan dan nyonya yang baik dalam menyambut dan memberi pelayaanan yang terbaik kepada tamu-tamu kita," ajak Fatlolon. (Laura Sobuber)

Pemda MTB Dukung MPP AMGPM Sebesar 800 Juta Rupiah

Posted: 03 Nov 2018 12:55 PM PDT

Pemda MTB Dukung MPP AMGPM Sebesar 800 Juta Rupiah
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku mendukung jalannya pelaksanaan Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) ke-31 yang berlangsung di Desa Latdalam pada Minggu, 4 November hingga Jumat, 9 November 2018.

Bupati Bupati MTB, Petrus Fatlolon, SH., MH mengaku pihaknya senantiasa secara moril dan material membantu Pemerintah Desa (Pemdes) Latdalam, Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel) dan juga pihak Klasik Gereja Protestan Maluku (GPM) sebagai tuan rumah untuk mempersiapakan segala sesuatu yang berhubungan dengan musyawarah itu.

"Pemda penyiapkan anggaran sebesar 800 juta untuk mendukung pelaksanaan acara yang membanggakan masyarakat Tanimbar tersebut," aku dia kepada Lelemuku.com pada Sabtu (27/10).

Bupati Fatlolon pun mengimbau masyarakat Kepulauan Tanimbar untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing agar terciptanya kondisi yang aman, damai dan tertib serta kenyamanan bagi para tamu yang datang mengikuti iven akbar tersebut.

"Jadilah tuan dan nyonya yang baik dalam menyambut dan berikanlah pelayanan yang terbaik kepada para tamu dari daerah lain. Kita Marilah menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing"  imbaunya.

Sebelumnya unsur Gereja dan Pemerintah Desa (Pemdes) Latdalam menyatakan bersama-sama bergandengan tangan sejalan dalam menyambut kegiatan MPP AMGPM ke-31 yang akan berlangsung di desa mereka.

Menurut Ketua Majelis Jemaat Betel Gereja Protestan Maluku (GPM) Latdalam,  Pendeta Manuel C. Radjawane, S.Si bahwa komunikasi yang dibangun antara pihak GPM selaku pelaksana kegiatan dan keterlibatan dua denominasi gereja lainnya, yaitu Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) bersama Pemdes dalam menyukseskan iven tersebut berjalan baik dan saling menopang.

"Kami bersyukur sampai dengan hari ini lewat komunikasi yang kami bangun karena kami sadar pemerintah dan gereja adalah mitra kerja oleh sebab itu sampai saat ini kami saling memahami dan penopang dalam tugas dengan fungsinya masing-masing. Itu yang selalu kami lakukan," kata dia kepada Lelemuku.com di Desa Latdalam pada Senin (22/10).

Sekretaris Desa (Sekdes) Latdalam, Brampy Luanmase pun mengakui hal tersebut dengan mengatakan bahwa iven gereja itu bukan saja menjadi tanggung jawab gereja melainkan tanggung jawab desa dengan turut menopang pekerjaan pembangunan gedung gereja yang digunakan dari anggaran dana desa dan antusias selalu mendorong atau menyuarakan untuk keterlibatan dari masyarakat setempat dalam membantu menyelesaikan pekerjaan fisik pembangunan gedung gereja dan fasilitas pendukung lainnya serta mempersiapkan rumah masing-masing untuk tempat menginap para peserta.

"Kegiatan ini juga sudah menjadi iven desa, karena gereja itukan bertumbuh dan berkembang bersama pemerintah untuk itu senantiasa kami mengarahkan masyarakat agar berpartisipasi menyambut iven ini, persiapan menerima tamu dan tetap berbuat yang maksimal agar menampilkan yang terbaik dan menjadi kebanggaan bagi Kepulauan Tanimbar," akunya. (Laura Sobuber)
Share 2 WA Share 2 G+